Your address will show here +12 34 56 78
Semangat PLN dalam berinovasi membuahkan hasil. Mengusung Aplikasi INFO PLN dalam perlombaan Sistem Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) 2016, PLN melaju ke 99 besar. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Agung Murdifi pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2016, Kamis (31/3).
“Saya sangat bangga dengan teman-teman PLN yang tak pernah lelah menciptakan inovasi baru untuk meningkatkan pelayanan pelanggan di luar kewajiban rutin mereka. Ini sangat berarti bagi perusahaan. Semoga PLN dapat melaju ke tahap selanjutnya dan semoga penghargaan seperti ini tetap menjadi cambuk bagi kami, memotivasi kami, untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Agung.
Inovasi berjudul “Aplikasi Info PLN Berbasis Sistem Operasi Perangkat Bergerak Android dan iOS, Akses Informasi dan Pelayanan Pelanggan Kelistrikan PT PLN (Persero) Secara Gratis Menggunakan Ponsel Pintar untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia” ini digarap oleh Eki Sairoma Situmeang, Kustan Setiawan, Joe Lesmana, Taurisa Wijaya dan Henri Firdaus. Layanan baru berupa aplikasi ponsel pintar ini dikembangkan sejak 2012 dan diluncurkan pertama kali pada PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.
Aplikasi INFO PLN berisi informasi seputar kelistrikan, seperti cek tagihan listrik, riwayat pembelian token Listrik Pintar (Prabayar), Layanan Menu Online untuk Pasang Baru, Ubah Daya, Layanan Listrik Sementara, Fitur Pengaduan Pelanggan seluruh Indonesia, Peta Kondisi Listrik saat ini, serta beberapa fitur media sosial dan tren berita.
Pelanggan juga dapat mengakses informasi mengenai Status Permohonan, Entry Kode Konfirmasi, Layanan Informasi Rekening via Email, serta Historikal Rekening, Informasi Pembelian Token Pra Bayar, dan Historikal Transaksi Pembelian. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, INFO PLN juga dilengkapi dengan menu Survey Kepuasan Pelanggan.
Hingga saat ini, Aplikasi INFO PLN telah diunduh sebanyak 152.345 user. Pelanggan tersebut bukan hanya dari seluruh Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Misalnya, beberapa tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri ada yang mendownload aplikasi ini untuk mengetahui perkembangan listrik di daerah asalnya. Melihat respon yang baik dari pelanggan, para inovator INFO PLN optimis dapat memenangkan perlombaan SINOVIK 2016.
“Kami bersyukur Aplikasi INFO PLN bisa masuk 99 besar. Untuk tahap selanjutnya kami optimis bisa menembus 35 besar. Kalaupun masuk ke 10 besar, aplikasi kami sudah siap karena sudah diupdate lagi sesuai permintaan pelanggan. Pada awal April nanti aplikasi INFO PLN akan berganti nama menjadi PLN 123 dan diresmikan sebagai aplikasi resmi korporat. Tentunya dengan fitur yang semakin lengkap, seperti menu Call Center,” ungkap Eki.
Bersama 98 peserta lainnya, aplikasi INFO PLN dan aplikasi PLN 123 dipamerkan dalam Pameran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016. Acara yang digelar di JX International (Jatim Expo), Surabaya ini yang berlangsung mulai 31 Maret sampai 2 April 2016. Para pengunjung sangat antusias dengan aplikasi baru ini. Mereka banyak memberi masukkan, antara lain untuk penambahan fitur pembelian token dan notifikasi sisa pulsa di token Pra Bayar.
Menjadi satu dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2016 merupakan kebanggaan tersendiri bagi PLN yang memang mendorong para pegawainya untuk terus berinovasi. Komitmen ini diwujudkan dengan menggelar acara-acara internal tahunan, seperti KNIFE (Knowledge, Norm, Innovation, Festival and Exhibition) dan lomba karya inovasi. Karena dengan inovasi, PLN berharap dapat memberikan kualitas pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sumber : http://www.pln.co.id/blog/aplikasi-info-pln-masuk-top-99-inovasi-pelayanan-publik-nasional-2016/

0

Pemerintah dan PT PLN (Persero) serius sukseskan pembangunan listrik 35.000 mega watt (MW), hal ini terlihat dari konsistensi yang ditunjukkan semua pihak yang terlibat untuk menyelesaikan kendala yang ada. Bertempat di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dalam acara bertajuk pertemuan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) dan Pengembang listrik swasta. Menteri ESDM Sudirman Said, mengajak kepada seluruh perusahaan pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) untuk melihat program pembangunan listrik 35.000 MW bukan sekedar project semata, namun sebuah movement atau gerakan untuk menerangi seluruh Indonesia. “Angka 35.000 MW itu bukan angka yang tiba-tiba muncul, tapi angka yang dihitung dengan cermat didasari dengan asumsi-asumsi pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk, jadi 35.000 MW bukan sekedar target tapi kebutuhan” tegas Menteri ESDM. Senafas dengan hal tersebut, PLN juga mengamini pernyataan dari Menteri ESDM, PLN terbuka untuk seluruh masukan yang membangun demi percepatan penyelesaian Program 35.000 MW. “Pertemuan ini membuka kesempatan untuk sharing antara PLN dan IPP untuk melihat kendala di lapangan, hal ini juga perlu guna memastikan target financial closing dan penyelesaian proyek sesuai tepat waktu” ujar Direktur Pengadaan PLN, Supangkat Iwan. Dalam kesempatan tersebut dihadiri jajaran direksi PLN yakni Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan, Direktur Perencanaan Korporat Nicke Widyawati, Direktur Keuangan Sarwono Sudarto, Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat dan Lampung Murtaqi Syamsudin, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali Amin Subekti, Direktur Bisnis Regional Kalimantan Djoko R Abu Manan, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara Machnizon dan Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Haryanto W.S. Turut hadir pula komisaris utama PLN Kuntoro Mangkusubroto, Ketua UP3KN Nur Pamudji, Dirjen EBTKE Rida Mulyana, Dirjen Kelistrikan Jarman dan Dirjen Minerba serta Pertemuan ini mendapatkan apresisasi dari semua pihak yang hadir ” kami sangat mengapresiasi atas inisiatif ini yang secara berkala dilakukan oleh Pemerintah, kesempatan ini menjadi sangat penting karena bisa menjadi Check point apakah kebijakan yang telah ditetapkan berjalan dengan baik atau tidak, disisi lain pelaku usaha dapat secara langsung menyampaikan kendala di lapangan” ungkap M Riza Husni Ketia Umum Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air. Sejumlah pengembang juga secara lugas menyampaikan keluhan dan permasalahan dalam suasana diskusi yang mendorong lahirnya solusi-solusi konkrit, beberapa diantaranya secara terbuka menyampaikan kendala terkait proses bisnis, misalnya tentang harga batubara, mengingat ketentuan yang ada dibuat ketika harga batubara tidak seperti saat ini. Direktur Pengadaan PLN, Supangkat Iwan menanggapi dengan antusias pertemuan tersebut, dan berencana akan membuat pertemuan susulan guna membahas kendala teknis lapangan sekaligus sharing untuk mencari jalan keluar yang terbaik demi sukses program 35.000 MW. Pada kesempatan yang sama, ditandatangani pula kesepakatan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik 35.000 MW antara PLN dengan para IPP, yang berisi para pihak sepakat untuk menuntaskan seluruh persyaratan ( tekhnis, legal dan Finansial) untuk memastikan target financial closing dan penyelesaian proyek sesuai tepat waktu. Pertemuan ini merupakan pertemuan ketiga antara Menteri ESDM dan seluruh pengembang listrik swasta, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menargetkan kontrak dan PPA ( Gabungan antara PLN dan IPP) dengan total nilai kapasitas 19.287 MW demi tercapainya target 35.000 MW pengembangan listrik di tahun 2019. Selain itu, dukungan Pemerintah dalam Program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini juga ditunjukkan dengan diterbitkannya peraturan Presiden (Perpres) no 4 tahun 2016 tentang percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo tanggal 8 Januari 2016. Melalui Perpres tersebut PLN dan IPP mendapatkan dukungan berupa penjaminan, percepatan perizinan dan non perizinan, penyediaan energi primer, tata ruang, dan penyediaan tanah. Dengan adanya dukungan tersebut diharapkan target rasio elektrifikasi 97% dapat dicapai pada tahun 2019.   Sumber : http://www.pln.co.id/blog/bersama-sukseskan-program-35-000-mw/
0

Program 35.000 MW sebagai fokus PLN untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan meningkatkan rasio elektrifikasi tidak hanya bergerak pada proyek pembangunan pembangkit, namun juga pada transmisi dan Gardu Induk (GI). Sesuai dengan komitmen tersebut, PLN saat ini berada dalam jalur percepatan untuk realisasi program 35.000 MW. Adapun rencana yang telah disusun oleh PLN dalam kurun waktu 5 tahun (2014-2019), yakni akan membangun 732 proyek transmisi dan 1.375 GI. Dalam proyek transmisi, kapasitas terpasang sepanjang 43.284 kms (93%) dibangun oleh PLN dan 3.313 kms (7%) dibangun oleh swasta atau Independent Power Plant (IPP). Sementara itu, proyek GI yang dibangun oleh PLN dan IPP masing-masing sebesar 103.839 MVA (95%) dan 4.950 MVA (5%). “Sebagian besar pembangkit listrik, transmisi dan GI yang merupakan bagian dari program 35.000 MW ditargetkan beroperasi di tahun 2019,” ujar Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi. Adapun capaian proyek pembangunan transmisi dengan total jalur sepanjang 46.597 kilometer-sirkit (kms) dalam program 35.000 MW ini adalah sepanjang 31.147 kms masih dalam tahap perencanaan dan pengadaan; 13.081 kms dalam tahap konstruksi; dan 2.368 kms telah energize dan mendapatkan rekomendasi laik bertegangan (beroperasi). Berikut adalah rincian pencapaian proyek pembangunan transmisi (kms):
Regional Target Realisasi Capaian
Sumatera 19.305 504 3%
Jawa & Bali 11.185 370 3%
Kalimantan 7.883 826 10%
Sulawesi & Nusa Tenggara 7.207 506 7%
Maluku & Papua 1.017 162 16%
Total 46.597 2.368 39%
Selain pada sisi pembangkit dan transimisi, program 35.000 MW juga memiliki kemajuan dalam pembangunan pada sisi distribusi atau dalam hal ini pembangunan GI. Realisasi kapasitas terpasang proyek GI hingga April 2016 dari total 108.789 Mega Volt Ampere (MVA) adalah sebesar 7.295 MVA telah selesai konstruksinya dan dapat beroperasi dengan rincian sebanyak 76 lokasi berkapasitas 5.615 MVA (75%) dari target RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) 2015 sebesar 7.480 MVA dan hingga kuartal I 2016 sebanyak 36 lokasi berkapasitas 1.680 MVA (23%) dari total target RKAP 2016 sebesar 7.440 MVA. Sementara itu, GI dengan kapasitas terpasang 90.780 MVA masih dalam tahap perencanaan dan pengadaan; serta sebesar 10.714 MVA masih dalam tahap konstruksi. Berikut adalah rincian pencapaian proyek pembangunan GI (MVA):
Regional Target Realisasi Capaian
Sumatera 32.406 1.690 5%
Jawa & Bali 66.083 4.615 7%
Kalimantan 3.910 650 17%
Sulawesi & Nusa Tenggara 5.260 320 6%
Maluku & Papua 770 20 3%
Total 108.429 7.295 38%
“Dibalik target dan capaian yang dialami program 35.000 MW, PLN juga mengalami kendala dan tantangan dalam pembangunan transmisi dan GI. Namun, beberapa transmisi dan GI yang sempat mangkrak telah berhasil dibangun dan energize pada akhir tahun 2015 dan triwulan I 2016 dengan capaian hingga saat ini untuk masing-masing transmisi dan GI adalah 39% dan 38%,” jelas Agung. Contoh pembangunan yang mangkrak adalah proyek transmisi dari Muara Teweh ke Buntok dan Buntok ke Tanjung yang masuk sistem Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) sempat terhambat akibat terkendala pembebasan lahan dan kompensasi tanam tumbuh. Selain Muara Teweh, PLN juga sempat mengalami kesulitan menyelesaikan pembangunan GI Kota Agung, Lampung, karena terhambat pembebasan lahan dan ruang bebas (Right of Ways/ROW). Namun, hal tersebut berhasil diatasi berkat dukungan penuh dari Pemerintah setempat sehingga pembangunan GI terselesaikan dan dapat memperbaiki kualitas pasokan listrik setempat. “Seluruh proses pembangunan mulai dari pembangkit, transmisi dan GI semoga dapat terealisasi sesuai target dengan adanya dukungan Peraturan Presiden No. 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan, demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi negara,” tutup Agung.   Sumber : http://www.pln.co.id/blog/program-35-000-mw-pln-telah-bangun-2-368-kms-transmisi-dan-7-295-mva-gardu-induk/
0